Biasanya, orang lebih cepat mengatakan ‘Aamiin’
untuk doa yang langsung meminta uang,
daripada untuk doa yang meminta pekerjaan yang baik.
Mereka hanya mau mentahan-nya saja, dan
tidak mau berkeringat bagi kebaikan diri dan keluarganya.
Marilah kita melatih diri untuk lebih tertarik
menjadikan diri kita pantas ber-rezeki baik,
daripada berfokus hanya kepada pemberian langsung yang mudah.
Hari ini, apakah Anda membayangkan masa depan yang cemerlang, karena kejujuran dan kerja keras Anda diberkati Tuhan dengan penghargaan dan derajat yang baik?
Atau,
Apakah Anda sedang galau karena Anda membayangkan masa depan yang tidak pasti, karena Anda tidak yakin bahwa diri dan pekerjaan Anda akan dihargai dan menghasilkan dengan baik?
Itu adalah peran dari imajinasi Anda.
Maka,
Gunakanlah imajinasi Anda sebagai penyemangat, bukan penyiksa dan pengerdil keberanian.
Saat itu saya terlalu muda dan hidup terlalu cepat untuk cukup menabung sebelum saya mengundurkan diri dari jabatan saya sebagai Vice President di Bank, dan tinggal di garasi kontrakan bersama Ibu Linna.
Kami hidup sangat sederhana.
Saya makan sarden hampir setiap hari, sampai badan saya licin dan berenangnya cepat sekali.
Dan Ibu Linna bertahan bersama saya selama masa yang tidak mudah itu.
Itu sebabnya kini dia menjadi PEMILIK SATU-SATUNYA dari semua yang saya capai.
Sebaik-baik manusia adalah
yang bermanfaat bagi sesama,
dan sebaik-baik pembayar adalah Tuhan.
Maka jiwa yang ikhlas hidup dan bekerja
bagi kebahagiaan keluarga dan sesamanya,
akan diurus bayarannya langsung oleh Tuhan.
Dan jika Tuhan yang membayar,
Dia membayar dengan kesehatan,
kedamaian, kesejahteraan,
belahan jiwa dan keluarga yang penuh kasih,
dan derajat yang tidak bisa dibeli
dengan apa pun dan oleh siapa pun.